Ini Komentar Sultan HB X soal Kasus Florence

Ini Komentar Sultan HB X soal Kasus Florence

 

YOGYAKARTA, KOMPAS.com  Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat sekaligus Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengaku tidak terlalu mengikuti perkembangan kasus Florence. Namun, ia berharap ada win-win solution untuk menyelesaikan permasalahan mahasiswi S-2 Pasca Sarjana Ilmu Kenotariatan Universitas Gadjah Mada itu. 

"Saya itu tidak ada masalah. Kan saya tidak melapor. Masalahnya itu kan karena ada LSM yang melapor," jelas Sri Sultan HB X saat ditemui seusai acara pelantikan anggota DPRD DIY, Senin (1/9/2014). 

Kendati tak terlalu mengikuti kasus tersebut, Sultan berharap ada penyelesaian yang baik antara Florence dan pelapor. Lalu polisi adalah sebagai pihak penengah.

"Saya punya harapan polisi bisa berperan (penengah) di situ," tegasnya. 

Menurut Sultan, polisi hanya menjalankan tugas dan perannya sebagai aparat penegak hukum. Ketika ada pihak yang melapor, lalu segera ditindaklanjuti demi menegakkan hukum. 

"Kalau tidak ditanggapi, nanti polisi dianggap diam saja. Kalaucepet, kok terlalu cepetLha terus piye. Polisi jadi salah terus," tandasnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, dua hari sejak ditahan pada Sabtu (30/8/2014), Florence Sihombing akhirnya dapat bernapas lega setelah pengajuan penangguhannya dikabulkan oleh pihak Polda DIY. Surat perintah penangguhan penahanan dan surat perintah pengeluaran tahanan ditandatangani oleh Direktur Reskrimsus Polda DIY Kombes Pol Kokot Indarto pada pukul 13.30 WIB.